Musisi Malaysia Ini Ngaku Kena Tipu Promotor Undang Sheila On 7
Musisi Malaysia Ini Ngaku Kena Tipu Promotor Undang Sheila On 7 Kabar mengejutkan datang dari dunia musik Asia Tenggara. Seorang musisi asal Malaysia mengaku menjadi korban penipuan promotor saat berencana mengundang band legendaris Indonesia, Sheila On 7. Niat awal untuk menghadirkan konser istimewa justru berujung kekecewaan dan kerugian. Cerita ini pun menarik perhatian publik karena melibatkan nama besar Sheila On 7 serta menyoroti masalah profesionalisme dalam industri hiburan.
Musisi Malaysia Niat Menghadirkan Konser Spesial
Musisi Malaysia tersebut mengungkapkan bahwa rencana mengundang Sheila On 7 berawal dari keinginannya memberikan pengalaman musik yang berkesan bagi penggemar. Sheila On 7 di kenal memiliki basis penggemar yang besar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Malaysia. Oleh karena itu, ide menggelar konser band tersebut di nilai memiliki potensi besar.
Ia pun mulai menyusun rencana, mulai dari konsep acara, pemilihan lokasi, hingga perhitungan anggaran. Demi mewujudkan rencana tersebut, ia kemudian menjalin komunikasi dengan seorang promotor yang mengaku berpengalaman mendatangkan musisi ternama.
Promotor Musisi Malaysia Menjanjikan Proses Mudah
Menurut pengakuannya, promotor tersebut tampil meyakinkan sejak awal. Ia menjelaskan bahwa dirinya memiliki jalur resmi dan dapat mengatur kehadiran Sheila On 7 tanpa kendala berarti. Berbagai detail teknis di sampaikan, termasuk jadwal, kebutuhan panggung, hingga perkiraan biaya.
Musisi Malaysia ini mengaku sempat merasa yakin karena promotor tersebut menunjukkan sikap profesional. Atas dasar kepercayaan tersebut, ia menyetujui kesepakatan awal dan diminta untuk mentransfer sejumlah dana sebagai uang muka.
Baca Juga : peristiwa penting di dunia musik sepanjang 2025
Komunikasi Musisi Malaysia Mulai Bermasalah
Masalah mulai muncul setelah pembayaran di lakukan. Komunikasi yang sebelumnya lancar perlahan menjadi tidak jelas. Pesan sering terlambat di balas, bahkan beberapa kali tidak mendapat respons sama sekali. Informasi mengenai kepastian jadwal konser dan konfirmasi dari pihak Sheila On 7 pun tidak kunjung di berikan.
Situasi ini membuat sang musisi mulai merasa curiga. Ia mencoba mencari kepastian dengan berbagai cara, termasuk menanyakan langsung ke pihak-pihak terkait. Namun, hasil yang di dapat justru semakin memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Pengakuan Menjadi Korban Penipuan
Akhirnya, musisi tersebut secara terbuka mengakui bahwa dirinya diduga telah menjadi korban penipuan promotor. Ia merasa sangat kecewa karena niat baiknya untuk menghadirkan konser justru berujung pada kerugian, baik secara finansial maupun emosional.
Ia juga menyampaikan bahwa pengalaman ini cukup memukul mentalnya sebagai musisi. Selain kehilangan dana, ia merasa reputasinya ikut di pertaruhkan karena rencana konser tersebut sempat di ketahui oleh beberapa pihak.
Sheila On 7 Tidak Terlibat
Dalam pengakuannya, musisi Malaysia ini menegaskan bahwa Sheila On 7 sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini. Ia menilai penting untuk meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan penggemar. Band asal Yogyakarta tersebut di sebut tidak mengetahui adanya rencana konser maupun komunikasi yang di lakukan oleh Promotor bermasalah itu.
Nama besar Sheila On 7 memang kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan calon korban. Hal ini menjadi perhatian serius dalam industri musik.
Pelajaran Penting bagi Industri Musik
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi musisi dan penyelenggara acara. Verifikasi promotor, komunikasi langsung dengan manajemen resmi artis, serta kejelasan kontrak merupakan hal yang sangat penting sebelum melakukan transaksi apa pun.
Musisi Malaysia tersebut berharap pengalamannya bisa menjadi peringatan bagi pihak lain agar lebih berhati-hati. Ia juga mendorong adanya sistem yang lebih transparan dan profesional dalam kerja sama industri hiburan lintas negara.
Pengakuan musisi Malaysia yang kena tipu saat hendak mengundang Sheila On 7 membuka mata banyak pihak tentang risiko di balik penyelenggaraan konser. Di tengah besarnya minat terhadap musik dan hiburan, kewaspadaan tetap harus di utamakan.