Hebden Bridge Piano Festival | International Weekend of Piano Music

HebdenBridgePianoFestival.com adalah situs resmi festival musik piano yang menampilkan konser klasik, jazz, dan pertunjukan komunitas di Hebden Bridge, dengan pianis internasional dan acara untuk semua usia setiap musim semi.

Musisi Legendaris dengan Tato Band Saingan

Musisi Legendaris dengan Tato Band Saingan

Musisi Legendaris dengan Tato Band Saingan Dalam dunia musik, rivalitas antarband bukanlah hal baru. Persaingan bisa muncul karena perbedaan genre, fanbase, hingga sejarah panjang di industri. Namun menariknya, di balik rivalitas tersebut, beberapa musisi legendaris justru menunjukkan rasa hormat mereka dengan cara yang tak biasa: menato logo atau simbol band “saingan” di tubuh mereka. Tindakan ini membuktikan bahwa musik sering kali melampaui ego dan kompetisi. Berikut tujuh musisi legendaris yang menato tubuhnya dengan logo band rival.

1. Tato Musisi Legendaris Dave Grohl Black Fla

Sebagai mantan drummer Nirvana sekaligus frontman Foo Fighters, Dave Grohl menggemari musik punk. Ia menato tubuhnya dengan logo Black Flag, band hardcore punk legendaris. Meski Nirvana dan Black Flag berasal dari skena berbeda dan kerap orang bandingkan, tato tersebut menjadi simbol penghormatan Grohl kepada band yang sangat memengaruhi perjalanan musiknya.

2.  Slash dan Tato Band Legendaris 

Slash identik dengan Guns N’ Roses, band hard rock yang kerap orang bandingkan dengan musisi rock klasik. Ia menato tubuhnya dengan gambar Jimi Hendrix, gitaris legendaris dari generasi dan gaya berbeda. Tato itu menunjukkan kekaguman Slash pada sosok yang menginspirasi banyak gitaris, termasuk dirinya sendiri.

3. Tato Ramones Milik Mike Dirnt

Bassis Green Day, Mike Dirnt, menato tubuhnya dengan desain yang terinspirasi dari Ramones.

Hal ini menunjukkan bahwa meski generasinya berbeda, pengaruh Ramones tetap terasa kuat. Dengan demikian, tato tersebut memperlihatkan bagaimana Green Day menghormati akar musik punk. Ini menegaskan bahwa meski skena punk telah berkembang, pengaruh Ramones tetap menjadi fondasi.

4. Corey Taylor Menato Iron Maiden

Vokalis Slipknot dan Stone Sour ini dikenal sebagai figur metal modern. Namun, Corey Taylor menato tubuhnya dengan tema Iron Maiden, band heavy metal klasik yang sering orang bandingkan dengan metal generasi baru. Tato tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan era tak menghalangi rasa hormat.

5. Tato Band Musisi Saingan Travis Barker

Sebagai drummer Blink-182 yang identik dengan pop punk ceria, Travis Barker memiliki tato yang terinspirasi dari The Cure, band post-punk dan gothic rock. Barker mengakui The Cure sebagai pengaruh besar dalam musikalitasnya, meski dua band ini sering bertolak belakang secara nuansa.

6. Lemmy Kilmister Menato The Beatles

Motorhead tampil sebagai band metal keras, sementara The Beatles lekat dengan pop dan rock klasik. Meski berbeda aliran, Lemmy Kilmister mengagumi The Beatles dan menato tubuhnya dengan desain yang terinspirasi dari band legendaris tersebut. Ini membuktikan bahwa selera musik seorang musisi bisa sangat luas.

7. Tato Band Musisi Kurt Cobain Milik Post Malone

Meski berasal dari era dan genre berbeda, Post Malone memiliki tato Kurt Cobain, ikon grunge dari Nirvana. Banyak yang menganggap hip-hop dan grunge sebagai “kubu” berbeda, tetapi tato ini menunjukkan bahwa pengaruh musik lintas genre sangatlah nyata.

Tato-tato ini membuktikan bahwa rivalitas dalam musik sering kali hanya ada di permukaan. Di balik itu, para musisi saling mengagumi dan menghormati karya satu sama lain. Musik, pada akhirnya, adalah bahasa universal yang menyatukan, bukan memisahkan.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Penampilan yang Gak Boleh Terlewat di Hari Pertama Soundrenaline

Penampilan yang Gak Boleh Terlewat di Hari Pertama Soundrenaline

Penampilan yang Gak Boleh Terlewat di Hari Pertama Soundrenaline Soundrenaline 2025 kembali hadir sebagai salah satu festival musik terbesar dan paling ditunggu di Indonesia. Hari pertama selalu menjadi momen krusial karena menjadi pembuka rangkaian euforia selama festival berlangsung. Atmosfer penuh antusiasme, ribuan penonton dari berbagai daerah, serta dentuman musik dari berbagai genre membuat hari pertama terasa spesial dan tak tergantikan.

Aksi Musisi Papan Atas yang Langsung Menghentak Panggung

Di hari pertama, Soundrenaline biasanya langsung menyuguhkan musisi papan atas yang memiliki energi panggung luar biasa. Penampilan mereka bukan hanya soal membawakan lagu-lagu hits, tetapi juga menciptakan koneksi emosional dengan penonton. Dari opening act hingga menjelang malam, musisi-musisi ini sukses membuat penonton langsung larut dalam suasana festival sejak awal.

Talenta Pendatang Baru yang Siap Mencuri Perhatian

Selain nama besar, Soundrenaline juga dikenal sebagai rumah bagi talenta-talenta baru. Hari pertama menjadi waktu yang tepat untuk menyaksikan musisi pendatang baru yang sedang naik daun. Dengan panggung besar dan penonton yang antusias, mereka tampil total dan sering kali memberikan kejutan. Tak jarang, penampilan mereka justru menjadi salah satu momen paling diingat oleh penonton.

Kolaborasi Spesial yang Hanya Ada di Soundrenaline

Salah satu hal yang membuat Soundrenaline berbeda adalah adanya penampilan kolaborasi yang unik. Di hari pertama Soundrenaline 2025, kolaborasi lintas genre maupun lintas generasi berpotensi menjadi sorotan. Penampilan seperti ini biasanya hanya bisa di saksikan sekali dan tidak akan terulang di panggung lain, sehingga sayang jika di lewatkan.

Ragam Genre Musik untuk Semua Selera

Hari pertama Soundrenaline 2025 menyuguhkan variasi genre musik yang sangat beragam, mulai dari rock, pop, indie, hip-hop, hingga elektronik. Keragaman ini membuat penonton bebas menjelajah dari satu panggung ke panggung lainnya sesuai selera. Inilah momen terbaik untuk mengeksplor musik baru dan memperluas referensi musik favorit.

Datang Lebih Awal, Dapatkan Pengalaman Lebih Maksimal

Datang lebih awal di hari pertama memberikan banyak keuntungan. Penonton bisa menikmati suasana festival dengan lebih nyaman, tidak terlalu berdesakan, serta memiliki waktu untuk mengenal area festival. Selain itu, penampilan-penampilan awal sering kali menyimpan kejutan yang tak kalah seru di bandingkan penampilan utama di malam hari.

Penampilan Penutup yang Jadi Highlight Hari Pertama

Menjelang akhir hari pertama, Soundrenaline biasanya menghadirkan penampilan penutup yang spektakuler. Musisi dengan basis penggemar besar dan reputasi live yang kuat di percaya untuk menutup hari pertama. Momen sing-along massal, tata cahaya megah, dan energi penonton yang memuncak menjadi penanda suksesnya hari pertama festival.

Hari Pertama yang Menentukan Keseruan Soundrenaline 2025

Hari pertama Soundrenaline 2025 bukan sekadar pembuka, tetapi fondasi dari keseluruhan pengalaman festival. Dengan deretan penampilan menarik, kejutan kolaborasi, serta atmosfer yang penuh semangat, hari pertama ini menjadi momen yang gak boleh terlewatkan. Pastikan kamu merencanakan jadwal dengan baik agar bisa menikmati setiap penampilan terbaiknya.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Baskara Putra Musik Saya Bukan untuk Gen Z, Namun Ternyata Mereka Paling Terwakili

Baskara Putra Musik Saya Bukan untuk Gen Z, Namun Ternyata Mereka Paling Terwakili

Baskara Putra Musik Saya Bukan untuk Gen Z, Namun Ternyata Mereka Paling Terwakili Baskara Putra termasuk salah satu musisi Indonesia yang banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Melalui proyek musik Hindia, ia konsisten menghadirkan lagu-lagu dengan lirik reflektif, jujur, dan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia kerap mengangkat isu yang jarang dibahas secara gamblang, seperti kelelahan mental, tekanan hidup, dan kebingungan menghadapi masa depan.

Musik yang Tidak Disasar untuk Generasi Tertentu

Lebih menarik lagi, Baskara menyatakan bahwa ia tidak secara khusus menciptakan musik untuk Gen Z atau generasi mana pun. Ia menulis lagu berdasarkan pengalaman personal dan kegelisahan yang ia rasakan sendiri. Tidak ada strategi segmentasi usia dalam proses kreatifnya. Lagu-lagunya lahir sebagai bentuk ekspresi diri, bukan sebagai produk yang di rancang untuk mewakili kelompok tertentu.

Gen Z dan Realitas Kehidupan yang Kompleks

Gen Z tumbuh dalam situasi sosial yang penuh ketidakpastian. Persaingan akademik dan dunia kerja yang ketat, tuntutan untuk selalu produktif, serta paparan media sosial yang intens menciptakan tekanan psikologis yang besar. Dalam kondisi ini, lagu-lagu Hindia hadir sebagai ruang pengakuan.

Dengan demikian, musik Baskara tidak menawarkan solusi instan, tetapi menerima bahwa lelah, cemas, dan perasaan tidak baik-baik saja adalah hal yang wajar.

Lirik Jujur dan Minim Romantisasi

Salah satu kekuatan utama karya Baskara Putra terletak pada liriknya yang lugas dan minim romantisasi. Ia tidak membungkus kegelisahan dengan kata-kata indah yang berlebihan. Sebaliknya, ia memilih bahasa yang sederhana, realistis, dan langsung menyentuh emosi. Pendekatan ini sejalan dengan cara Gen Z memandang isu kesehatan mental, yang lebih terbuka dan berani mengakui kerentanan diri.

Peran Media Sosial dalam Keterwakilan

Media sosial turut berperan besar dalam memperkuat hubungan antara musik Hindia dan Gen Z. Lagu-lagunya sering di gunakan sebagai latar konten reflektif, cerita personal, hingga unggahan keseharian. Melalui platform di gital, pendengar bebas menafsirkan lagu sesuai pengalaman hidup masing-masing. Gen Z yang sangat akrab dengan ruang di gital menjadikan karya Baskara sebagai bagian dari narasi emosional mereka.

Musik Jujur yang Menembus Batas Generasi

Fenomena ini menunjukkan bahwa keterwakilan dalam musik tidak selalu harus di rancang secara sengaja. Musik yang lahir dari kejujuran emosional justru mampu menembus batas usia dan latar belakang. Baskara Putra tidak berusaha menjadi suara Gen Z, namun karyanya secara alami berbicara tentang kegelisahan universal yang juga di rasakan oleh generasi tersebut.

Dengan begitu, pernyataan bahwa musik Baskara Putra “bukan untuk Gen Z” tetap sejalan dengan kenyataan bahwa mereka merasa terwakili. Bahkan, karya-karyanya membuktikan bahwa kejujuran adalah bahasa universal dalam musik. Oleh karena itu, tanpa klaim besar atau strategi generasi, Baskara berhasil menghadirkan lagu-lagu yang relevan, bermakna, dan menjadi cermin perasaan banyak anak muda masa kini.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Penyebab Kematian Bassist The Stone Roses Akhirnya Terkuak

Penyebab Kematian Bassist The Stone Roses Akhirnya Terkuak

Penyebab Kematian Bassist The Stone Roses Akhirnya Terkuak. Kabar duka mengguncang dunia musik rock pada akhir November 2025, ketika Gary “Mani” Mounfield, bassist legendaris dari band The Stone Roses dan Primal Scream, dinyatakan meninggal dunia pada usia 63 tahun. Sejak kabar kepergiannya pertama kali diumumkan oleh keluarga, banyak fans dan media bertanya-tanya tentang apa penyebab di balik kepergian sosok yang begitu berpengaruh dalam sejarah musik Inggris ini. Kini, setelah beberapa minggu berselang, penyebab kematiannya akhirnya terungkap ke publik melalui pernyataan resmi pihak keluarga dan media terpercaya.
detikcom
+1

Mani: Ikon Bass yang Meninggalkan Jejak Tak Terhapuskan

Gary “Mani” Mounfield bukan sekadar bassist biasa. Ia tergolong sebagai salah satu figur yang menentukan suara musik Madchester pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, masa ketika genre rock alternatif berpadu dengan groove tari dan budaya rave. Musik yang di bawanya bersama The Stone Roses membantu membentuk arah musik indie dan rock di Inggris, serta menjadi inspirasi bagi banyak musisi dan band Britpop berikutnya.
Wikipedia

Sebelum bergabung dengan The Stone Roses, Mani sempat terlibat di berbagai proyek musik lokal di Manchester. Namun setelah bergabung dengan John Squire, Ian Brown, dan Alan “Reni” Wren, band ini berkembang menjadi kekuatan besar dengan album debut mereka The Stone Roses (1989), yang hingga kini dianggap sebagai tonggak sejarah musik rock Inggris.
Wikipedia

Penyebab Kematian yang Akhirnya Terungkap

Selama beberapa minggu setelah berita kepergian Mani di umumkan, penyebab kematian masih belum jelas karena keluarga sang musisi belum memberikan pernyataan publik. Namun pada pertengahan Desember 2025, beberapa laporan media dan pernyataan keluarga akhirnya mengungkapkan fakta yang selama ini di tunggu-tunggu:

Mani meninggal secara alami dalam tidurnya di kediamannya di Heaton Moor, Manchester, pada 20 November 2025.
detikcom

Penyebab langsung kematiannya adalah masalah pada saluran pernapasan yang di picu oleh emfisema, sebuah kondisi kronis yang menyerang paru-paru dan mengganggu kemampuan bernapas.
detikcom

Penyakit ini di kenal sebagai kondisi paru-paru yang bisa berkembang dari waktu ke waktu, dan meskipun penyebab pastinya tidak di jelaskan secara detail. Kondisi ini seringkali di picu oleh paparan jangka panjang terhadap polusi, racun lingkungan. Atau gaya hidup tertentu.
ITVX

Kepolisian Greater Manchester Police juga memastikan tidak ada unsur mencurigakan terkait kematian Mani, sehingga kasus ini di pandang sebagai insiden alamiah tanpa perlunya penyelidikan kriminal.
ITVX

Keterangan resmi ini menjadi penutup dari spekulasi panjang tentang apa yang terjadi pada sosok yang selama ini di kenal sebagai “jantung” dari groove musik The Stone Roses. Banyak penggemar yang menyatakan kesedihan mereka sekaligus rasa syukur karena penyebabnya telah di pastikan — meskipun tetap meninggalkan duka mendalam.
detikcom

Reaksi dan Penghormatan untuk Mani

Sejak kabar meninggalnya Mani tersebar. Dunia musik di penuhi oleh pesan duka dan penghormatan dari sesama musisi, fan. Dan figur publik. Frontman The Stone Roses Ian Brown. Musisi Liam Gallagher dari Oasis. Serta rekan-rekan dari berbagai band besar lainnya menyampaikan penghormatan mereka melalui media sosial dan wawancara.
Variety Australia

Tribut ini menunjukkan betapa luas dampak Mani dalam komunitas musik — tidak hanya sebagai bassist yang hebat. Tetapi juga sebagai teman dan inspirasi bagi banyak orang. Bahkan setelah lebih dari tiga dekade berkiprah. Namanya tetap dikenang sebagai salah satu bassis paling berpengaruh di kancah rock alternatif.
Variety Australia

Warisan Musik yang Abadi

Meski Mani telah tiada. Warisan musiknya tetap hidup. Lagu-lagu yang di bawakan The Stone Roses dengan garis bass khasnya tetap menjadi bagian integral dari sejarah musik rock modern. Mulai dari hits seperti Fools Gold, I Wanna Be Adored. Hingga karya-karya Primal Scream di era dia bergabung. Semuanya menjadi bukti kontribusi besar yang ia berikan.
Wikipedia

Para musisi muda terus menggali inspirasi dari permainan bass Mani yang groovy dan penuh karakter.Sementara penggemar lama terus menikmati ulang album klasik yang menjadi pengaruh banyak generasi. Warisan inilah yang memastikan bahwa meskipun Mani telah pergi. Suaranya — atau lebih tepatnya suara bass-nya — akan tetap hidup dan terus memengaruhi musik di masa mendatang.

Share: Facebook Twitter Linkedin